NILAI AKHIR GENETIKA DASAR

Nilai Kuis Harian Kelas A2

Silakan Lihat Nilai Kuis Harian Kelas A2:

Hasil Diskusi MUTASI (Kelompok Gaptek)

hasil diskusi MUTASI oleh : Lestari Trihartani B1J005194, Achmad Ghozi B1J005116
1. Apa maksud dari kesalahan – kesalahan mutasi dari asal mula terjadinya mutasi spontan ?
jawab :
maksudnya yaitu saat replikasi menempel dapat membuat kesalahan dengan menyisipkan basa yang salah ketika replikasi berlangsung, tetapi dapat diperbaiki oleh DNA dengan bantuan exnuklease (membuang basa yang salah dari ujung 3′ dan menggantinya dengan yang benar).
2. Apa yang dimaksud dengan eksisi ?
jawab :
eksisi merupakan suatu proses enzimatik bertahap yang diawali dengan pembuangan dimer dari molekul DNA diikuti oleh resistensis segmen DNA baru diakhiri oleh ligasi.
3.Apa perbedaan dari mutasi somatis dan mutasi germinal ?
jawab :
mutasi somatis : mutasi yang terjadi pada semua sel kecuali sel reproduksi dan tidak diwariskan keanaknya
mutasi germinal : mutasi yang terjadi pada sel germinal dan diwariskan keanaknya
4. Apa pengaruh sinar UV terhadap radiasi ?
jawab :
Karena sinar UV memiliki pengaruh besar contohnya pada timin dimer yaitu saling terikatnya dua molekul timin yang berurutan pada untai DNA dengan adanya timin dimer replikasi akan terhalang pada posisi terjadinya timin dimer.

Dari Mutasi, 2008/06/30 at 10:01 AM

Ekspresi Gen Bagian Kedua

Kelompok Pengaturan Ekspresi Gen:

1. I Made Indramawan (B1J006096)

2. Wahyu Sulistiono         (B1J006098)

Notulen Hasil Diskusi

Pertanyaan Penyangga:
1. Jelaskan mengenai kode genetik universal ?

KODE GENETIK UNIVERSAL


Jawaban Penyaji :
Kode genetik universal yaitu suatu kodon yang terdiri dari tiga kombinasi basa. Suatu tiga basa menyandi satu macam asam amino misalnya dapat dilihat pada UUU dan UUC menyandi sebuah asam amino berupa Fenilalanin, serta UAA dan UUG menyandi asam amino berupa leusin dan begitu seterusnya. Pada tabel terlihat first base, second base dan third base, yang artinya adalah berupa basa pertama, basa kedua dan basa ketiga, untuk memudahkan agar seseorang dapat membaca kode genetik tersebut maka dibuatlah seperti itu, misalnya pada first base kita membaca U, dan second base kita membaca C, dan third base kita membaca U maka dapat kita simpulkan bahwa kombinasi basa yang kita baca tadi adalah UCU yang mengkode sebuah asam amino yang berupa Serin, dan begitu seterusnya.
Pertanyaan Penyangga:
2. Jelaskan gambar mengenai mekanisme terjadinya pengaturan pengendalian positif dan pengendalian negatif pada pengaturan ekspresi gen ?

Pengendalian Negatif

Pengendalian Positif


Jawaban Penyaji :
Pada gambar sebelah atas (a) adalah gambar mengenai pengaturan ekpresi gen pengendalian negatif, sedangkan pada gambar sebelah bawah (b) adalah gambar mengenai pengaturan ekspresi gen pengendalian positif. Pada gambar pertama dari gambar pengendalian negatif menjelaskan bahwa gen regulator menghasilkan suatu protein represor yg dikode oleh gen lacI. Represor ini menempel pd daerah operator (lacO) yg terletak disebelah hilir promoter. Operator lac berukuran sekitar 28 pasang basa. Penempelan menyebabkan RNA polimerase tidak dapat melakukan transkripsi gen-gen struktural (lacZ, lacY dan lacA) sehingga operon mengalami represi. Pada gambar kedua dari pengendalian negatif menjelaskan bahwa induser melekat pada bagian represor dan mengubah sisi allosterik dari represor, sehingga mengubah secara allosterik konformasi molekul represor, kemudian represor tidak dapat menempel lagi pada operator dan represor tidak mampu menghambat trankripsi. RNA polimerase akan terus berjalan. Pada gambar ketiga dari pengendalian negatif menjelaskan bahwa represor yang dihasilkan oleh gen regulator tidak berikatan dengan ko-represor akan tidak aktif dan trankripsi pun akan berjalan. Pada gambar keempat pada pengendalian negatif menjelaskan bahwa represor yang berikatan dengan ko-represor pada sisi allosteriknya akan menghambat transkripsi.
Pada gambar pertama dari pengendalian positif menjelaskan bahwa gen regulator menghasilkan suatu aktivator yang belum aktif, sehingga transkripsi tidak bisa berjalan. Pada gambar kedua dari pengendalian positif menjelaskan bahwa aktivator yang dihasilkan oleh gen regulator berikatan dengan protein induser sehingga aktivator akan tereaktivasi dan trankripsi pun berjalan. Pada gambar ketiga pada pengendalian positif menjelaskan gen regulator yang menghasilkan suatu aktivator yang sudah aktif dan transkripsi akan berjalan. Pada gambar keempat dari pengendalian positif menjelaskan bahwa aktivator akan berikatan dengan dengan ko-represor sehingga menjadi tidak aktif, maka tidak terjadi transkripsi.
Pertanyaan Penyangga:
3. Apa yang dimaksud dengan pengaturan ekspresi gen secara secara konstitutif ?
Jawaban Penyaji :
Pengaturan ekspresi gen secara konstitutif yaitu pengaturan ekspresi gen yang selalu on atau berjalan terus. Kelompok gen konstitutif merupakan kelompok gen yang bertanggung jawab terhadap metabolisme dasar, misalnya metabolisme energi atau sintesis komponen-komponen selular, sehingga pengaturan ekspresi gen ini harus berjalan secara kontinyu.
Pertanyaan Penyangga:
4. Apakah maksud dari syarat kode genetik tidak saling tumpang tindih (non-overlapping) ?
Jawaban Penyaji :
Tidak saling tumpang tindih atau non-overlapping artinya adalah bahwa tidak ada kombinasi dari tiga basa yang sama yang mongkode suatu asam amino. Satu macam asam amino dapat disandi oleh lebih dari satu triplet kodon, namun satu macam triplet kodon tidak bisa menyandi lebih dari satu macam asam amino yang berbeda, misalnya pada triplet kodon UUU akan menyandi Fenilalanin , tetapi triplet kodon ini tidak akan bisa menyandi macam asam amino lain.

Materi Genetik Lanjutan (2)

Kelompok VIII Materi Genetik Lanjutan (2)

Anggota :

Amy Puteri W B1J006080

Febri Damayanti B1J006082

Ayiguna Mada Wardiana B1J006084

Farda Komarudin B1J006190

Pertanyaan 1. Risdiyanto B1J006086

Apa yang dimaksud replikon?

Jawab : Febri Damayanti B1J006082

Replikon adalah suatu satuan tunggal setiap molekul DNA yang melakukan replikasi, jadi setiap DNA yang mengalami pemisahan kedua untai mempunyai dua replikon yang masing-masing akan berperan sebagai cetakan bagi pembentukan untai DNA baru.

Pertanyaan 2. Andry Aziz Permana B1J006090

Pada eukariot, selain terjadi replikasi dua arah, ori dapat ditemukan di beberapa tempat sedangkan pada prokariot ori terdapat pada satu tempat saja, jelaskan!

Jawab : Farda Komarudin B1J006190

Replikasi Eukariot dapat berupa replikasi lingkaran linier yang diawali dengan pumutusan ikatan OH pada titik-titik tertentu didalam molekul DNA tertentu sehingga terjadi beberapa titik awal replikasi atau origin of replication (ori) terdapat pada beberapa tempat. Sedangkan Replikasi Prokariot dapat berupa replikasi lingkaran sirkuler yang diawali dengan pemutusan ikatan fosfodiester pada salah satu titik didalam molekul DNA sehingga terjadi satu titik awal replikasi atau origin of replication (ori) pada satu tempat.

Pertanyaan 3. Frida Yunita Sari B1J006094

Selain bakteri E coli, apa ada bakteri lain yang digunakan dalam percobaan?

Jawab : Amy Puteri W B1J006080

Tidak ada, sejauh pustaka yang kami telusuri bakteri yang digunakan hanya E coli.

Pertanyaan 4. Nailil Fitri B1J006088

Kenapa RNA yang mengawali proses inisiasi dalam transkirsi DNA bukan DNA sendiri, jelaskan!

Jawab : Ayiguna Mada Wardiana B1J006084

Karena yang mengawali inisiasi atau penambahan basa pada DNA hasil replikasi harus rantai tunggal, sehingga yang dibutuhkan adalah untai RNA primer yang pendek untuk memulai atau menginisiasi sintesis pada untai pengarah bukan untai rantai ganda yang menyusun struktur DNA.

Pertanyaan 5. Nailil Fitri B1J006088

Jelaskan perbedaan pembelahan pada Eukariot dan Prokariot?

Jawab : Farda Komarudin B1J006190

Pembelahan pada Prokariot dimulai dengan adanya replikasi DNA kromosom Prokariot khususnya bakteri sangat berkaitan dengan siklus pertumbuhan. Pada laju pertumbuhan sel yang sangat tinggi, DNA kromosom prokariot dapat mengalami renisiasi replikasi pada dua ori yang baru terbentuk, sebelum putaran replikasi yang pertama berakhir. Akibatnya, sel-sel hasil pembelahan akan menerima kromosom yang sebagian telah bereplikasi. Sedangkan pada Eukariot replikasi DNA hanya terjadi pada fase S didalam interfase. Didalam fase S ditandai dengan adanya sintesis DNA serta pembentukan kromatid kembar. Selanjutnya sel memasuki tahap persiapan mitosis, setelah interfase berakhir sel kemudian mengalami mitosis yang akan membagi DNA hasil sintesis pada tahap S dan kromatid kembarnya ke dalam kedua sel yang dihasilkan sehingga masing-masing sel ini akan bersifat diploid seperti sel asalnya.

RANGAKAI KELAMIN DAN PENENTUAN JENIS KELAMIN

Kelompok:

Diana Setyaningrum (BIJ006056)

Yuni Komariah (BIJ006054)

Arif Surahman (BIJ006060)

Fitriana

Fendi

1. Priambodo

Apa yang dimaksud dengan kompensasi dosis? Apakah status Ploidi itu?

Kompensasi dosis  adalah peristiwa dimana gen-gen berekspresi sama kuat antara gen homozigot dan hemizigot contohnya XX >< XY ekspresi sama kuat, sehingga salah satu diinaktifkan (Off) sehingga diperlukan adanya dosis untuk mengatur susunan dan takaran dalam distribusi kromosom. kromosom yang off akan menggulung di histon, yang aktif jika diwarnai tidak muncul. digunakan untuk mengetahui adanya kelebihan atau kekurangan kromosom.

ploidi adalah perubahan jumlah kromosom meliputi seluruh set kromosom (euploidi) atau satu atau beberapa kromosom (aneuploidi).

2. Atun Parhatun

adanya perubahan jenis kelamin sebelum dewasa adalah jantan dan setelah dewasa betina. apakah dipengaruhi perubahan kromosomnya?

perubahan tersebut karena adanya pengaruh hormon, bukan pada perubahan kromosom.

3. Fauzi

apa yang dimaksud Penyakit hemofili dan apa penyebabnya

Hemofili adalah penyakit darah sukar membeku.

darah kekurangan faktor pembeku darah. biasanya muncul saat homozigot resesif.

gen yang diekspresikan pada pria tapi hanya bersifat carier atau pembawa pada wanita, oleh karena itu hemofili adalah penyakit yang dipengaruhi jenis kelamin, contohnya :

P: XHXh >< XHY

(carier) >< (normal)

G : XH, Xh,Y, XH

F1: XHXh, XHXH, XHY, XhY

Carier, normal, normal, hemofili.

ngelola blog

assalamu’alaikum w. w

pak mau tanya ni, saya masih belmu bisa ngelola blog. bagaiman caranya biar bisa memasukan foto, edit tampilan dsb? tahap-tahapannya kasih tau ya Pak…

terimakasih ….:-D

 

Hasil Diskusi Genetika Ekspresi Gen I

Diskusi Genetika
Ekspresi Gen I

Risdiyanto        (B1J006086)
Yully Atikasari    (B1J006088)
Andry Aziz Permana    (B1J006090)
Nailil Fitri        (B1J006092)
Frida Yunita Sari    (B1J006094)

Apa peranan protein rho dalam proses transkripsi?
Selain karena adanya struktur tusuk konde, terminasi transkripsi dapat juga terjadi dengan bantuan suatu protein khusus yang dinamakan protein rho. Rho merupakan protein heksamer yang akan menghidrolisis ATP dengan adanya RNA untai tunggal. Protein ini nampak terikat pada urutan sepanjang 72 basa pada RNA yang diduga lebih disebabkan oleh pengenalan suatu struktur spesifik daripada karena adanya urutan konsensus. Rho bergerak di sepanjang RNA nasen menuju kompleks transkripsi. Pada kompleks transkripsi ini rho memungkinkan RNA polimerase untuk berhenti pada sinyal terminator tertentu. Sinyal- sinyal terminator ini, seperti halnya sinyal terminator yang tidak bergantung kepada rho, lebih dikenali oleh RNA daripada oleh DNA cetakannya. Adakalanya teminator tersebut juga berupa struktur tusuk konde tetapi tidak diikuti oleh urutan poli  U.

Apa perbedaan Tapak A dan Tapak P?
Molekul aminoasil-tRNA yang baru memasuki ribosom akan terikat di tapak A (tapak aminoasil), sedangkan molekul tRNA yang membawa rantai polipeptida yang sedang diperpanjang terikat di tapak P (tapak peptidil).

Mengapa mRNA eukariot tidak dijumpai polisistronik?
Semua mRNA pada eukariot tingkat tinggi adalah monosistronik, yaitu hanya membawa urutan sebuah gen struktural. Hal ini disebabkan karena enzim RNA polimerase II yang mensintesis mRNA eukariot mentranskripsi berbagai macam gen dengan ukuran yang sangat bervariasi sehingga akan diperoleh produk mRNA dengan ukuran yang sangat berbeda-beda. Kumpulan pra-mRNA yang berbeda dinamakan  RNA nuklear heterogen atau heterogenous nuclear RNA (hnRNA). Molekul hnRNA akan berikatan dengan protein-protein tertentu, membentuk hnRNP, sehingga satu protein diatur oleh satu urutan penyandi. Transkrip primer yang adakalanya menyerupai polisistronik pun akan diproses menjadi mRNA yang monosistronik.

Pada prokariot produk transkripsinya langsung berupa mRNA, tetapi mengapa pada eukariot harus mengalami prosesing RNA dahulu sebelum menjadi mRNA?
Secara umum mekanisme transkripsi pada prokariot dan eukariot hampir sama. Hanya saja, pada prokariot langsung transkripsi atau transkrip primernya adalah mRNA, sedangkan pada eukariot transkrip primernya harus mengalami prosesing RNA terlebih dahulu sebelum menjadi mRNA. Prosesing RNA mencakup dua peristiwa, yaitu modofikasi kedua transkrip primer dan pembuangan urutan basa pada transkrip primer yang tidak akan ditranslasi (disebut intron). Ujung 5’ dimodifikasi dengan penambahan guanosin dalam iaktan 5’-5’ yang tidak umum hingga terbentuk suatu gugus terminal yang dinamakan cap, sedangkan ujung 3’ dimodifikasi dengan urutan poliadenosin (poli A) sepanjang lebih kurang 200 basa. Sementara itu, panjang intron yang harus dibuang dapat mencapai 50% hingga 90% dari panjang transkrip primer, tetapi segmen yang mengandung ujung 5’ (gugus cap) tidak pernah dibuang. Setelah intron dibuang, segmen-segmen sisanya (disebut ekson) segera digabung menjadi mRNA. Pembuangan intron dan penggabungan ekson menjadi molekul mRNA dinamakan penyatuan RNA atau RNA splicing.

Apa nama enzim yang berperan pada proses transkripsi balik?
Enzim yang berperan mengubah RNA kembali menjadi DNA pada proses transkripsi balik adalah Reverse Transkriptase dimana dapat mengubah RNA kembali menjadi DNA.

Hasil diskusi tentang materi “Pewarisan Sitoplasmik”

Hasil diskusi mengenai materi “Pewarisan Sitoplasmik”

Anggota kelompok penyaji :
Priyambodo (B1J006062).
Atun Parhatun (B1J006064)
Fauzi Dwi Kurniawan (B1J006066)

Questions :
Inggit Dwi J. (B1J006072)
Apakah hasil dari keturunan jagung yang memiliki tetua mandul jantan dan tetua betina normal akan selamanya memiliki keturunan mandul jantan dan betina normal, walaupun disilangkan atau dikawinkan secara terus menerus?

Anggi. A [B1J006078]
Apakah yang dimaksud dengan Mutan Poki ?

Dian Farida (B1J006070)
Berdasarkan penjelasan kelompok penyaji, apakah yang dimaksud dengan Pewarisan Sitoplasmik
Mengapa hasil persilangan antara Clamydomonas yang mempunyai genotip (mt+str+) dengan (mt – str –) menghasilkan keturunan Clamydomonas yang semuanya tahan terhadap streptomisin, sementara persilangan antara (mt+ str –) dengan (mt – str +) menghasilkan keturunan Clamydomonas yang semuanya rentan terhadap streptomisin?

Waqi’atul (B1J006076)
Mengapa pada persilangan antara Paramecium aurelia akan menghasilkan kemungkinan 2 tipe anakan yang berbeda, yaitu pembunuh dan bukan pembunuh?

Answer :
Priyambodo (B1J006062)
Untuk jawaban saudara Inggit Dwi J. (B1J006072). Keturunan yang akan dihasilkan untuk persilangan antara tetua mandul jantan dan tetua betina normal akan selamanya memiliki keturunan mandul jantan, hal ini disebabkan apabila tanaman jagung yang dikatakan steril atau mandul jantan sitoplasmik tidak mampu menghasilkan polen yang aktif dalam jumlah normal sementara proses reproduksi dan fertilitas betinanya normal. Sterilitas jantan sitoplasmik tidak diatur oleh gen-gen kromosomal tetapi diwariskan melalui sitoplasma gamet betina dari generasi ke generasi. Jadi walaupun disilangkan balik dengan tetua betinanya akan tetap menghasilkan individu mandul jantan dan betina normal. Individu mandul jantan di sini bukan berararti tidak dapat menghasilkan polen, melainkan individu mandul jantan masih dapat menghasilkan polen akan tetapi tidak sebanyak polen yang dihasilkan oleh individu jantan normal. Jenis sterilitas ini telah banyak digunakan dalam produksi biji jagung hibrida.

Fauzi Dwi Kurniawan (B1J006066)
Untuk jawaban saudara Anggi. A (B1J006078). Kasus mutasi mitokondria dijumpai pada jamur Neurospora, yang pewarisannya berlangsung uniparental melalui tetua betina (pewarisan maternal) meskipun sebenarnya pada jamur ini belum ada perbedaan jenis kelamin yang nyata. Mutan mitokondria pada Neurospora yang diwariskan melalui tetua betina tersebut dinamakan mutan poki (poky mutant). Persilangan antara betina poki dan jantan tipe liar menghasilkan keturunan yang semuanya poki. Sebaliknya, persilangan antara betina tipe liar dan jantan poki menghasilkan keturunan yang semuanya normal. Jadi dapat disimpulkan mutan poki adalah pewarisan sifat yang berlangsung secara uniparental melalui tetua betina (pewarisan maternal). Walaupun pada kenyataannya individu tersebut belum dapat dibedakan jenis kelaminnya baik betina maupun jantan.

Priyambodo (B1J006062)
Untuk jawaban saudara Dian Farida (B1J006070). Pewarisan Sitoplasmik adalah Pewarisan sifat yang disebabkan oleh bagian eksternal dari nukleus, yaitu dengan adanya protein Histon yang dipilin oleh DNA di dalam kromosom yang berada di daerah sitoplasma. Pewarisan sitoplasmik dapat juga merupakan pewarisan sifat di mana sifat-sifat tersebut tidak diatur oleh materi genetik di dalam kromosom melainkan di dalam sitoplasma.

Atun Parhatun (B1J006064)
Untuk jawaban nomor 2 saudara Dian Farida (B1J006070). Jadi, pewarisan sifat ketahanan terhadap streptomisin berlangsung uniparental atau bergantung kepada genotipe salah satu tetuanya, dalam hal ini mt+. Dengan perkataan lain, pewarisan alel str mengikuti pola pewarisan uniparental. Meskipun demikian, alel yang menentukan tipe kawin itu sendiri (alel mt) tampak bersegregasi mengikuti pola Mendel, yakni menghasilkan keturunan dengan nisbah 1 : 1, yang menunjukkan bahwa alel tersebut terletak di dalam kromosom nukleus.

Priyambodo (B1J006062), Atun Parhatun (B1J006064), dan Fauzi Dwi Kurniawan (B1J006066).
Untuk jawaban saudara Waqi’atul (B1J006076). Paramecium aurelia akan menghasilkan kemungkinan 2 tipe anakan yang berbeda, yaitu pembunuh dan bukan pembunuh. Priyambodo (B1J006062) menjawab hal ini disebabkan pada strain tertentu Paramecium aurelia ditemukan dengan fenomena pembunuh (Killer) yang berkaitan dengan keberadaan sejumlah partikel yang disebut kappa di dalam sitoplasmanya. Keberadaan kappa bergantung gen kromosomal dominan K. Beberapa peneliti, seperti T.M. Sonneborn, mengamati bahawa sel Paramecium aurelia yang mengandung partikel-pertikel kappa akan menghasilkan senyawa beracun yang dapat mematikan strain protozoa lainnya yang ada di sekitarnya. Senyawa beracun ini selanjutnya disebut sebagai paramesin, sedangkan partikel-pertikel kappa ternyata merupakan bakteri simbion yang kemudian dikenal dengan nama Caedobacter taeniospiralis, yang artinya bakteri pembunuh berbentuk pita spiral.
Atun Parhatun (B1J006064) menambahkan apabila strain pembunuh melakukan konjugasi dengan strain bukan pembunuh (pada suatu kondisi yang memungkinkan strain bukan pembunuh untuk bertahan hidup), maka ada dua kemungkinan yang dapat terjadi. Pertama, kedua sel tidak bertukar materi sitoplasmik tetapi hanya bertukar mikronuklei sehingga diperoleh dua kelompok sel, yakni sel pembunuh dan sel bukan pembunuh yang kedua-duanya bergenotipe Kk. Jika masing-masing sel ini melakukan autogami, maka akan diperoleh sel pembunuh (KK) dan sel bukan pembunuh (kk) yang berasal dari sel pembunuh (Kk) serta sel bukan pembunuh (baik KK maupun kk) yang berasal dari sel bukan pembunuh (Kk). Jadi, genotipe KK dapat menghasilkan fenotipe bukan pembunuh jika di dalam sitoplasma tidak terdapat partikel kappa. Sebaliknya sel pembunuh (Kk) melalui autogami dapat menghasilkan sel bukan pembunuh (kk) karena partikel kappa tidak akan mampu bertahan di dalam sitoplasma tanpa adanya gen K. Dengan demikian, dari hasil tersebut tampak jelas bahwa sifat pembunuh atau bukan pembunuh ditentukan oleh ada tidaknya partikel kappa di dalam sitoplasma walaupun partikel itu sendiri keberadaannya bergantung kepada gen K di dalam nukleus.
Fauzi Dwi Kurniawan (B1J006066) juga menambahkan Kemungkinan ke dua terjadi pertukaran materi sitoplasmik di antara kedua sel (Gambar 8.5 b) sehingga hanya diperoleh satu kelompok sel, yakni sel pembunuh yang bergenotipe Kk. Jika sel-sel ini melakukan autogami, maka akan diperoleh sel pembunuh (KK) dan sel bukan pembunuh (kk) dengan nisbah 1 : 1.

Jawaban Untuk Pak Iwan di Jakarta

Alternatif I:               I0I0 rh-rh-       x         IAI0 rh-rh-   

                       Game t      I0 rh -                IA rh- dan I0 rh-

                                                                        

                         Anak                   IAI0 rh-rh-  (gol. darah A, resus negatif)

                                                    I0I0 rh-rh-  (gol.darah O, resus negatif)

 

 

 

Alternatif II:              I0I0 rh-rh-       x         IAIA rh-rh-  

                      Game t      I0 rh -                         IA rh-

                                                                                                       

                         Anak                   IAI0 rh-rh-  (gol. darah A, resus negatif)