laporan diskusi genetika “berangkai”

Komentar (dari Yuni Komariah B1J006054)

-waktu presentasi per subbab tidak proporsional. sebagian ada yang disampaikan terlalu sebentar. sebagian lainnya terlalu lama.

Tanya -Jawab

1. Fitriana (B1J004124) asked : “apakah pindah silang tunggal dan pindah silang ganda dapat terjadi secara bersamaan?”

Nurosid (B1j004085) answered: ” pindah silang terjadi setelah duplikasi kromosom. duplikasi kromosom terjadi pada meiosis 1 pada tahap profase tepatnya diakinesis. setelah meiosis 1 tidak adal lagi PS. Uji tiga titik, memungkinkan terjadinya pindah silang pada suatu kromosom dengan kemungkinan 1 kejadian diantara 3. Bisa PS tunggal di daerah I,PS di daerah II, atau PS Ganda di daerah I sekaligus daerah II. Tapi, sekali lagi, kejadian pindah silang ini hanya berlaku 1 pilihan diantara tiga kemungkinan ini. Kalau daerah I mengalami PS tunggal, alel pada daerah I akan ‘saling berpindah tempat’, sementara yang lain (dua gamet lain) tetap pada posisinya. Sedangkan pada PS ganda, yang berpindah tempat adalah gen di daerah I dan II (mudahnya kita mengatakan gen di ujung). gen yang ada di tengah tidak berubah posisi. mudah-mudahan jawaban ini dapat dipahami”.

2. Fitriana (B1J004124) asked: ” Apakah mungkin pindah silang terjadi lebih dari satu kali dalam satu siklus?”

Fitria Septiana P(B1J006042) answered : ” tidak bisa. Jawaban lebih jelas telah diungkapkan pada jawaban sebelumnya. Terimakasih”

3. Fitriana (B1j004124) asked: “Mengapa tidak semua gen (pada gen berangkai) mengalami rekombinasi?”

Tegariana Puteri Q (B1J006052) answered: “tipe parental adalah tipe gamet yang tidak mengalami rekombinasi. Pada tipe parental, gen-gen tidak dengan mudah bersegregasi karena gen-gen ini berangkai. Saat meiosis 1, hanya gamet hasil duplikasi yang mengalami pindah silang. Gamet-gamet ini kemudian akan diperbanyak pada meiosis II.”

4. Yuni Komariah (B!J006054) Asked: “Apakah jarak tipe rekombinasi selalu 20 % dan tipe parental 80 % sebagaimana terdapat dalam buku?”

Tegariana Puteri Q (B1J006052) answered: ” Tidak selalu. pada salah satu referensi (handout gnetika fabio) halaman 72 subbab ‘persentase pindah silang menggambarkan jarak antar dua gen berangkai’, dikatakan bahwa persentase gamet tipe rekombinasi 20 % adalah bentuk korelasi positif dengan jarak fisik dua gen berangkai. menurut hemat kami, ini tidak berarti bahwa persentasenya harus selalu 20 %. Jarak antar gen ditentukan oleh prosentase pindah silang. menurut konsep: gamet tipe rekombinasi memiliki prosentase 0-50 %. sedangkan gamet tipe parental 50-100%. Misalnya gamet hasil pindah silang antara gen A dan C, masing-masng aCb, AcB, acB, dan ACb. dengan menghitung prosentase kemunculan gamet-gamet ini dibagi dengan jumlah peristiwa yang terjadi, kita akan mendapatkan jarak gen A dengan gen C. Untuk mengoreksi jawaban kami, teman-teman bisa melihat contoh soal di halaman 77 (handout genetika) fabio. Terimakasih”

5. Arief Surakhman (B1J006060) asked : ” pada handout halaman 71 digambarkan bahwa rekombinasi terjadi 100%, padahal reombinasi pada gen berangkai hanya memiliki prosentase 0-50%?”

Jimpit Supangati (B1J006044) answered: ” angka 100% pada skema itu ditujukan untuk menggambarkan seandainya pindah silang terjadi praduplikasi. Kalau terjadi praduplikasi, semua gamet akan terlibat dalam peristiwa pindah silang ini. Sedangkan apabila terjadi pasca duplikasi, akan ada dua gamet yang tidak berpindah silang, yaitu gamet parental. Sehingga prosentase gamet hasil pindah silang ini kurang dari 100%.”

6.Yuni Komariah (B1J006054) asked : ” Teknik hibridisasi sel somatis dengan sel eomatis mencit manusia menyebabkan pengurangan jumlah kromosom, sementara pada mencit tidak. Apakah selalu seperti itu atau hasinya bisa terbalik?”

Tegariana Puteri Q (B1J006052) Anwered: ” Teknik hibridisasi sel somatis pertama kali dilakukan dengan penggabungan sel somatis manusia dengan sel somatis mencit secara in vitro untuk mengetahui keberadaan suatu gen berdasarkan aktivitas enzim yang dihasilkan. mengacu pada hal ini, kami berpendapat bahwa, pengurangan jumah kromosom sel somatis manusia akan senatiasa terjadi ketika ia berfusi dengan sel somatis mencit. Jumlah kromosom haploid mencit (Mus musculus) adalah 20, sedangkan pada manusia (Homo sapiens sapiens) berjumlah 23. reduksi jumlah kromosom ini kemungkinan untuk menyesuaikan dengan jumlah kromosom pada mencit. karena untuk mengahsilkan sel yang diploid, jumlah kromosom kedua sel yang berfusi haruslah haploid dengan jumlah berimbang.misalnya 20 dari mencit dan 20 dari manusia. kormosom manusia menyesuaikan jumlah ini dengan pengurangan/ reduksi kromosom. Demikian, mohon koreksinya…..^_~.

7. Yohanes Fendi W. (B1J004129) asked : “faktor apa saja yang mempengaruhi terjadinya pindah silang ganda selain jarak antar alel?”

Jimpit Supangati (B1J006044) answered :” mungkin yang Anda maksud adalah jarak antar gen. sepengetahuan kami, faktor yang mempengaruhi pindah silang hanyalah jarak antar gen. sebagaimana dijelaskan sebelumnya, jarak ini mempengaruhi kemampuan suatu gen untuk ‘saling berpindah tempat’ dengan alel pada gamet diseberangnya.”

Satu Tanggapan

  1. Thx a lot for all who helped us to make this task.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: