Hasil Diskusi Genetika Ekspresi Gen I

Diskusi Genetika
Ekspresi Gen I

Risdiyanto        (B1J006086)
Yully Atikasari    (B1J006088)
Andry Aziz Permana    (B1J006090)
Nailil Fitri        (B1J006092)
Frida Yunita Sari    (B1J006094)

Apa peranan protein rho dalam proses transkripsi?
Selain karena adanya struktur tusuk konde, terminasi transkripsi dapat juga terjadi dengan bantuan suatu protein khusus yang dinamakan protein rho. Rho merupakan protein heksamer yang akan menghidrolisis ATP dengan adanya RNA untai tunggal. Protein ini nampak terikat pada urutan sepanjang 72 basa pada RNA yang diduga lebih disebabkan oleh pengenalan suatu struktur spesifik daripada karena adanya urutan konsensus. Rho bergerak di sepanjang RNA nasen menuju kompleks transkripsi. Pada kompleks transkripsi ini rho memungkinkan RNA polimerase untuk berhenti pada sinyal terminator tertentu. Sinyal- sinyal terminator ini, seperti halnya sinyal terminator yang tidak bergantung kepada rho, lebih dikenali oleh RNA daripada oleh DNA cetakannya. Adakalanya teminator tersebut juga berupa struktur tusuk konde tetapi tidak diikuti oleh urutan poli  U.

Apa perbedaan Tapak A dan Tapak P?
Molekul aminoasil-tRNA yang baru memasuki ribosom akan terikat di tapak A (tapak aminoasil), sedangkan molekul tRNA yang membawa rantai polipeptida yang sedang diperpanjang terikat di tapak P (tapak peptidil).

Mengapa mRNA eukariot tidak dijumpai polisistronik?
Semua mRNA pada eukariot tingkat tinggi adalah monosistronik, yaitu hanya membawa urutan sebuah gen struktural. Hal ini disebabkan karena enzim RNA polimerase II yang mensintesis mRNA eukariot mentranskripsi berbagai macam gen dengan ukuran yang sangat bervariasi sehingga akan diperoleh produk mRNA dengan ukuran yang sangat berbeda-beda. Kumpulan pra-mRNA yang berbeda dinamakan  RNA nuklear heterogen atau heterogenous nuclear RNA (hnRNA). Molekul hnRNA akan berikatan dengan protein-protein tertentu, membentuk hnRNP, sehingga satu protein diatur oleh satu urutan penyandi. Transkrip primer yang adakalanya menyerupai polisistronik pun akan diproses menjadi mRNA yang monosistronik.

Pada prokariot produk transkripsinya langsung berupa mRNA, tetapi mengapa pada eukariot harus mengalami prosesing RNA dahulu sebelum menjadi mRNA?
Secara umum mekanisme transkripsi pada prokariot dan eukariot hampir sama. Hanya saja, pada prokariot langsung transkripsi atau transkrip primernya adalah mRNA, sedangkan pada eukariot transkrip primernya harus mengalami prosesing RNA terlebih dahulu sebelum menjadi mRNA. Prosesing RNA mencakup dua peristiwa, yaitu modofikasi kedua transkrip primer dan pembuangan urutan basa pada transkrip primer yang tidak akan ditranslasi (disebut intron). Ujung 5’ dimodifikasi dengan penambahan guanosin dalam iaktan 5’-5’ yang tidak umum hingga terbentuk suatu gugus terminal yang dinamakan cap, sedangkan ujung 3’ dimodifikasi dengan urutan poliadenosin (poli A) sepanjang lebih kurang 200 basa. Sementara itu, panjang intron yang harus dibuang dapat mencapai 50% hingga 90% dari panjang transkrip primer, tetapi segmen yang mengandung ujung 5’ (gugus cap) tidak pernah dibuang. Setelah intron dibuang, segmen-segmen sisanya (disebut ekson) segera digabung menjadi mRNA. Pembuangan intron dan penggabungan ekson menjadi molekul mRNA dinamakan penyatuan RNA atau RNA splicing.

Apa nama enzim yang berperan pada proses transkripsi balik?
Enzim yang berperan mengubah RNA kembali menjadi DNA pada proses transkripsi balik adalah Reverse Transkriptase dimana dapat mengubah RNA kembali menjadi DNA.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: