Tugas Terstruktur

Pembagian Kelompok Diskusi Genetika semester genap tahun 2007/08 dapat dilihat pada papan pengumuman di depan Ruang Dosen Genetika atau dengan mengklik file berikut ini.

kelas-a1.doc

kelas-a2.doc

kelas-b1.doc

kelas-b2.doc

2 Tanggapan

  1. TRI YUNI INDAH .W (B1J006040)

    1) Mengapa pada modifikasi nisbah Mendel 3:1 yaitu pada peristiwa kodominansi, terjadi penggabungan antara golongan darah A dan B jika keduanya disilangkan menghasilkan golongan darah A dan B?
    Jawab: Karena peristiwa kodominansi tidak memunculkan sifat antara (intermediet). Pada setiap alelnya dari kedua pasang gen diekspresikan dan tidak saling menutupi (Stansfield). Oleh Anindita Dyahsinta (B1J006022)
    2) Pada modifikasi Nisbah Mendel 3:1 yaitu pada peristiwa gen letal, persilangan antara ayam redep akan menghasilkan keturunan yang salah satunya ayam redep. Mengapa?
    Jawab: Karena ayam redep merupakan contoh individu yang memiliki gen letal dominan, menurut Yatim (2003), bahwa apabila diperiksa mamilki aneka kelebihan cacat (sindroma): mata bercelah, tubuh lebih kecil, tidak ada kelopak mata, kepala rusak, rangka tidak mengalami osifikasi. Meski ayam redep hidup dengan kaki pendek (redep) dan nampak biasa, tapi sesungguhnya ia mengandung penyakit turunan kronis, yang disebut a chondroplasia (condrodystrophi), hal ini diperkuat oleh Suryo (1998), yang menyatakan bahwa ayam redep (Cpcp)sebenarnya berasal dari ayam normal homozigot cc, tetapi salah satu gen resesif mengalami mutasi gen (perubahan gen) dan berubah menjadi gen dominan C. Oleh Anindita Dyahsinta (B1J006022)

    BENY HENDRO .P (B1J006036)

    3) Bagaimana cara melihat galur murni pada suatu tanaman?
    Jawab: Tanaman tidak dapat secara langsung dilihat secara langsung galur murninya, untuk mengetahuinya kita harus menghilangkan kedua parental yang memilki fenotipe sama. Jika keturunan (filialnya) memilki fenotipe yang sama denagan induknya, maka individu tersebut merupakan tanaman galur murni. Hal inin sesuai dengan pernyataan Stansfield (1991), bahwa sekelompok individu dengan latar belakang genotipe yang serupa (pembiakan) sering dinyatakan sebagai galur (strain, varietas atau ras). Fertilisasi sendiri atau perkawinan antar individu-individu yang erat hubungan kekeluargaanya selama beberapa generasi (inbreeading, perkawinan keluarga), lazimnya menghasilkan suatu populasi yang homozigot pada hampir semua lokus. Perkawinan antara individu homozigot pada galur murni hanya menghasilkan keturunan homozigot seperti induknya. Jadi kita katakan bahwa galur murni ’berbiak murni’ (breeds true).

    P(galur murni) AA X AA
    G A A

    F AA
    Oleh Arifatus Sholikhah (B1J006028)
    4) Mengapa gen resesif dapat menutupi gen dominan?
    Jawab: Karena adanya penutupan ekspresi suatu gen yang bersifat resesif dapat bersifat domian terhadap gen lain walaupun itu gen domian. Contohnya pada peristiwa epistasis resesif. Gen homozigot resesif epistasis terhadap gen lain yang bukan alelnya. Sesuai dengan Suryo (1998) yaitu, kuncinya a epistasis terhadap B dan b. Contoh: warna kulit atau rambut pada tikus.
    A: gen untuk kelabu
    A: gen untuk hitam
    C: gen untuk keluarnya warna
    C: gen yang menyebabkan warna tidak keluar

    P ♀Ccaa X ♂ccAA
    hitam putih

    F1 CcAa
    Kelabu

    F2 9 C-A = tikus kelabu
    3 C-aa = tikus hitam
    3 ccAA = tikus putih
    1 ccaa = tikus putih
    Oleh Sulistiyani (B1J006026)

    5) Mengapa pada epistasis gen duplikat dengan efek kumulatif terjadi penggabungan (kumulatif) pada keturunan kedua (F2)?
    Jawab: Karena gen yang dihasilkan dari perrsilasngan dua individu merupakan duplikat (pengganti) dari gen sebelumnya yang memilki efek kumulatif. Efek kumulatif tersebut disebabkan karena hasil persilangannya menghasilkan febotipe yang sama walaupun genotipenya berbeda, yang ditekankan disini adalah bentuk genotipe yang dominan. Hal ini sesuai degan pernyataan Stansfield (1991), yaitu misalnya bila gen-gen epistasis terlibat dalam menentukan banyak sedikitnya produksi suatu substansi, seperti pigmen, maka genotipe-genotipe domonan dari tiap lokus dapat dianggap menghasilkan satu unit pigmen secara bebas. Jadi genotipe-genotipe A-bb dan aaB- masing-masing menghasilkan satu unit pigmen dan sebab itu mempunyai fenotipe yang sama. Genotipe aabb tidak menghasilkan pigmen, tetapi pada genotipe A-B- alelnya adalh kumulatif dan menghasilkan dua unit pigmen. Oleh Ika Oksi Susilawati (B1J006038)

    YOUNG PURNOMO (B1J006038)

    6) Jelaskan mengenai diagram garpu?
    Jawab: Diagram anak garpu merupakan diagram yang digunakann untuk menetapkan kombinasi gamet yang terbentuk pad keturuna kedua. Diagram ini dilakukan dengan lebil cepat dengan resiko kekeliruan yang lebih kecil, terutama bagi persilangan trihibrid, tetrahibrid dan seterusnya. Apabila suatu individu disilangkan dengan sesamanya akan menghasilakn nisbah (perbandingan) fenotipe 3:1 dengan perincian 3 dominan dengan pasangan alelnya dan 1 homozigot resesif. Lalu apabila disilangkan dengan dengan individu yang lain maka fenotipenya merupakan hasil perkalian antara genotipe individu yang pertama (3G-) dikalikan dengan genotipe individu kedua (3W-) menghasilkan fenotipe 9G-W-. Oleh Biyan Tabritantyo (B1J006036)
    7) a. Apakah penyakit diabetes melitus merupakan suatu penyakit keturunan?
    Jawab: Ya, diabetes merupakan suatu penyakit keturunan tetapi bersifat resesif. Oleh Arifatus Sholikhah (B1J006028)
    b. Bagaimana persilangan antara individu berpenyakit diabetes dan individu normal?
    Jawab: Misalnya:
    DD, Dd = normal
    Dd = diabetes

    P ♂ Dd X ♂ Dd

    F
    D d
    D DD Dd
    d Dd dd

    Dari persilangan tersebut menghasilakan keturunan 3 normal dan 1 yang berpenyakit diabetes (Yatim, 1983). Oleh Agustina Dita Kamilia (B1J006030)

    FITRIA SEPTIANA (B1J006042)

    8) Apakah nisbah Mendel 9:3:3:1 merupakan interaksi genetik?
    Ya, merupakn interaksi genetik. Hal ini diperkuat oleh pernyataan Stansfield (1991), yang menyatakan bahwa istilah epistasis merupakan sinonim dari interaksi genetik. Interaksi genetik terjadi apabila dua / lebih gen yang mengkatalisis langkah-langkah dalam suatu jalur secara bersama. Pada nisbah Mendel 9:3:3:1 contohnya yaitu pada epistasis resesif ganda,

    gen L gen H
    ↓ ↓

    Enzim L Enzim H
    Bahan dasar glukosida sianogenik HCN

    Pada tanaman Trifolium repens, terbentuknya HCN pada tanaman ini dikatalisis oleh adanya enzim L dan enzim H, dan masing-masing enzim ini yaitu enzim L dihasilkan oleh gen L, sedangkan enzim H dibentuk oleh gen H, jadi ada interaksi antara gen L dan gen H sehingga terbentuk gen L / gen H atau hanya terdapat salah satu gen maka HCN tidak akan terbentuk. Oleh Sulistiyani (B1J006026)

    PRIYAMBODO (B1J006062)

    9) Mengapa pada ayam redep yang mati yang bersifat resesif, sedangkan yang dominan tidak mati?
    Jawab: Tidak semua gen resesif mengalami kematian karean gen letal ada dua jenis yaitu gen letal resesif dan gen letal dominan. Pada gen letal resesif yang mengalami kematian adalah gen bersifat resesif dan akan normal pada individu heterozigot, sedangkan gen letal dominan akan mengalami kematian pada individu heterozigot dan kematian pada individu resesif (Stansfield, 1991).
    Oleh Ika Oksi Susilawati (B1J006038)

  2. Your blog is interesting!

    Keep up the good work!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: